|
Surat Al-Kautsar turun saat nabi saw bersama para Sahabat, ketika itu, nabi berada di Masjid Nabawi. Para Sahabat heran, kenapa nabi tiba-tiba mengantuk berat. Namun sebagian Sahabat ada yang tahu, jika seperti itu, nabi sedang menerima wahyu. Maka tak ada yang berani membangunkan beliau. Anas bin Malik ra menceritakan, nabi saw lalu mengangkat kepalanya sambil tersenyum. Rupanya pada saat itu, nabi r sedang tertidur dalam keadaan duduk.Para sahabat bertanya: “Ada apa gerangan ya Rasul, kenapa setelah bangun tidur, engkau tersenyum. Jawab nabi saw: baru saja turun kepadaku surat. Lalu nabi saw membacakan surat Al-Kautsar kepada beberapa Sahabat yang hadir di majlis itu.
|
|
Jika kita menelaah sejarah panjang umat Islam, akan kita dapatkan begitu banyak pahlawan-pahlawan Islam. Mereka adalah tokoh-tokoh Islam yang layak dijadikan teladan karena keimanan dan pembelaannya terhadap agama Allah. Salah satu diantara sekian banyak pahlawan Islam itu terdapat nama Sa'ad bin Abi Waqqash, salah seorang sahabat Rasulullah yang dijamin masuk surga dan bergelar pahlawan Islam. Ia digelari pahlawan Islam karena peristiwa-peristiwa besar yang dilaluinya, lembaran jihad dan kisah kepahlawanan yang di ukirnya serta ketegaran yang dimilikinya.
|
|
 Alhamdulillah, Allah telah mempertemukan kembali kita dengan Iedul adha dan Iedul Qurban. Kita juga bersyukur dan berdo'a agar saudara-saudara kita yang melaksanakan ibadah haji tahun ini diberikan kekuatan dan kesehatan oleh Allah sehingga dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah hajinya dengan aman, lancar dan selamat. Semoga pula mereka dapat kembali ke Tanah Air dengan sehat dan selamat dan menjadi haji yang mabrur.
|
|
Hari raya 'Idul Adha 1432 H akan segera tiba. Hari itu membuat kita mengenang perjuangan Nabi Ibrahim as. Beliau mengalami berbagai ujian keimanan yang sangat berat. Beliau tak gentar menghadapi Raja arogan bernama Namrud dan pengikut nya yang mengabdi kepada selain Allah Ta'alaa. Beliau diancam oleh penguasa itu akan dibakar hidup-hidup. Sampai kayu-kayu bakar telah bertumpuk dan mengitari beliau, lalu bara api itu telah dinyalakan, keimanan nya tak goyah sedikit pun. Gejolak api yang membara itu tidak dapat membakar kulit sang kekasih Allah itu. Sebalik nya, api itu ditundukkan oleh Allah Ta'alaa menjadi dingin tak terasa panas sedikit pun.
|
|
|
|
|
<< Mulai < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|
Halaman 1 dari 33 |